Penemuan Beberapa Tahun Belakangan Ini,Pohon Bajaka,Telah Terbukti Banyak Manfaatnya Bagi Kesehatan Manusia, Terutama Untuk Mengobati Kanker

 

 (Foto : dari alami135.blogspot.com)

Muhammad Rusdi, penjaga Toko Permata Martapura di Jalan Ahmad Yani, mengaku setiap hari ada puluhan orang datang untuk membeli akar bajakah.

(Fota : dari alami135.blogspot.com


"Kami memang menjual campuran akar obat tradisional Dayak, yang di dalamnya juga ada akar bajakah. Tetapi selama ini tidak begitu banyak dibeli,” kata Rusdi.
Oleh karena tidak banyak persediaan, Rusdi pun meminta pengunjung bersabar menunggu barang yang masih dipesan.
“Besok datang sore," ujarnya kepada seorang pengunjung.

Demikian juga dengan Toko Albanjari yang berada di Kompleks Pertokoan Berdikari.
Toko ini juga harus melakukan pemesanan karena banyaknya calon pembeli.
Jangan Sembarangan Mengonsumsi
Abdul Karim, pegawai Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalteng yang biasa masuk hutan, mengimbau warga agar tidak sembarangan mengonsumsi akar tersebut.
Akar bajakah ada ratusan jenis.

"Ada jenis akar bajakah yang beracun. Ini yang harus diketahui oleh pencari akar bajakah untuk obat," ujarnya.
Dosen Program Studi Biologi FMIPA ULM Witiyasti Imaningsih menyatakan terlalu dini mengatakan akar bajakah bisa jadi obat kanker.
"Langkah pengujian yang dilakukan belum selengkap uji obat kanker. Baru uji in vitro. Hanya mendeteksi senyawa kimia dan kandungan antioksidannya," kata dia, Kamis (15/8).

Apalagi jenis akar bajakahnya banyak.
“Perbedaan varietas juga berpengaruh terhadap khasiatnya. Sangat mungkin kandungan fitokimianya berbeda juga,"

Dia memperkirakan fenomena akar bajakah bisa seperti mengkudu dan bawang Dayak.
Mengutip akun Facebook David Su, Tribunkalteng.com mendapat informasi bahwa bajakah sebenarnya spesies tumbuhan pembelit-pemanjat yang tumbuh di hutan Kalimantan.

"Pemanfaatan bajakah untuk obat kanker sudah dilakukan oleh masyarakat Dayak Ngaju sejak ratusan tahun silam," kata warga Dayak Maanyan yang juga Widyaiswara Ahli Muda Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan ini.

Selain it ada bajakah yang bersifat racun yang digunakan sebagai tuwe atau tuba untuk membuat ikan lemas.
“Ada juga bajakah yang bila dipukul mengeluarkan berbusa dan bisa digunakan sebagai sampo guna mencegah kerontokan rambut,” kata warga asal Kabupaten Barito Timur, yang tengah kuliah S3 Ilmu Lingkungan di Universitas Gajah Mada (UGM) ini.

(Foto Dari Alami135.blogspot.com) 

Yazid, Anggina Rafitri, dan Aysa Aurealya Maharani, tiga siswa SMAN 2 Palangkaraya yang berhasil membuat obat penyembuh kanker dari bahan dasar akar bajakah, di Kemendikbud, Jakarta Pusat, Sabtu (17/8/2019). (Tribunnews.com/Apfia Tioconny Billy)
Demikian juga di toko ramuan tradisional Dayak di Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur. 

(Source : www.alamai135.blogspot.com)

Admin Utama

Siap Membantu Anda Untuk Menulis Artikel Dan Membuat Web Dan Blog Canggih

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak